Psikopat VS Psikopat (Episode 1).

Dari balik jendela aku terus berharap ada orang yang mengeluarkanku dari Panti Asuhan ini. Semakin lama berada di panti ini aku hanya menjadi beban. Aku bersedia tidak melanjutkan sekolah sebagai ganti rugi karena panti asuhan sudah banyak mengeluarkan uang untuk biaya pengobatanku yang membuat selamat dari pembunuhan, meski kedua orang tuaku tewas.

Bayangan ibu yang diperkosa dihadapanku oleh penjahat terus dipikiranku, aku alihkan pandanganku ke segala arah untuk menghilangkannya dan terfokus kepada sesok pemuda yang baru turun dari mobil mewahnya dan mau masuk ke panti. Tidak beberapa lama ibu panti memanggilku, "Ada yang mau bertemu denganmu, Mia!"

Aku turun dari lantai dua menemui pemuda itu. Ibu panti memperkenalkanku, "Namanya pak Padil, berusia 29 tahun. Beliau ingin mengangkatmu sebagai putrinya. Apa kamu mau?"
Tanpa pikir panjang aku langsung bilang, "Aku mau!"
Tapi pak Padil bicara, "Aku belum tentu mau!, Aku ingin tahu dulu apa kelebihanmu?"
Aku menunduk malu, "Aku cuma lulusan SD seharusnya aku sudah di bangku SMA!" Jawabku.
Kemudian dia bertanya lagi, "Itu bukan kelebihan, pantas saja tidak ada yang mau mengangkatmu sebagai anak. Apa yang kamu bisa?"
"Memasak dan menulis!" jawabku polos.
"Di jaman sekarang sulit menemukan gadis cantik yang bisa masak sepertimu, kalau begitu kamu bisa mulai memanggilku ayah!"

Setelah mengurus semuanya, aku kemudian ikut dengan pak Padil. Di dalam mobil aku perhatikan wajahnya terlalu muda untuk dipanggil ayah, "Apa boleh aku memanggil anda, kakak?" Candaku yang ditanggapi serius olehnya, "Mulai sekarang kau panggilku kakak dan senang bisa punya adik sepertimu!"

Bukan hanya kak Pad yang senang, aku lebih dari senang apalagi saat sampai di rumah mewahnya, "Ada berapa pembantu yang tinggal di sini kak?"
"Cuma aku dan kamu!" Jawaban kakak membuatku terkejut.

Rumah yang besar dan cuma di tempati kak Pad, tapi ini terlalu bersih. Lamunanku terhenti saat kak Pad bicara,"Ini kamarmu, silahkan lihat-lihat. Rumah ini juga milikmu. Kakak sekarang harus pergi bekerja!"

Saatku berkeliling ku menemukan buku misterius di ruang perpustakaan yang bertuliskan, "Awet Muda dengan Mandi Darah"
Wah pasti ini cerita sadis yang menarik. Namun apa yang ku temukan saat membuka buku itu, isinya kumpulan cerita sadis yang pernah ku buat dan posting di facebook. Aku langsung gemetar.

Bersambung...

Episode 2
Episode 3
Episode 4
Episode 5